
Kabupaten Malang, Sebagai upaya meningkatkan kapasitasnya Sumber Daya Manusia terutama buat pelaku Desa Wisata dan Bumdes yang memiliki unit usaha pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan menggelar Pelatihan Desa Wisata 2024 .
Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Wisata Gubugklakah Kabupaten Malang (11-12/12/2024). Dan diikuti oleh 20 desa Wisata di Kabupaten Magetan
Abah Ansori Ketua Pokdarwis Gubukklakah menjelaskan " Homestay meliputi 3 komponen utama yaitu aspek produk, pengelolaan dan pelayanan. Dilihat dari kelembagaan yaitu adanya Pokdarwis dapat mengatur jalannya operasional homestay. Koreksi homestay ada 3 aspek yaitu aspek produk, aspek pengelolaan dan aspek pelayanan, UU no 10 th 2009 tentang kepariwisataan dan permenparekraf no 9 tahun 2014 tentang pondok wisata, ." jelasnya

Joko Trihono Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan menjelaskan " Untuk desa yang akan mengembangkan desa wisata diharapkan bila mendeklarasikan sebagai Desa Wisata disesuaikan dengan potensi yang ada, jangan memaksakan membuat destinasi wisata yang sebenarnya tidak ada potensi yang ada di desa wisata, jadikan branding sesuaikan dengan kondisi yang nyata, diharapkan desa wisata bisa sustainable , Kita harapkan kedepan setelah pertemuan ini desa wisata yang ikut pelatihan ini yang bisa menyusun paket wisata pertama kali akan saya berikan reward. Saya menjanjikan bagi desa tersebut kita akan menyusun sejarah literasi budaya dan tari khas sesuai desa wisata serta akan kita prioritaskan mendapatkan hibah gamelan. " tegasnya.
" Sesuai dengan hilirasi pariwisata kedepan semua pihak harus bisa menangkap peluang, Dengan adanya pelatihan kita ini semoga bisa menjadi momentum untuk belajar dan berkomitmen membangun SDM di desa wisata ."ujar Joko Trihono
Lebih lanjut Kadin Budpar Magetan menambahkan "Pengembangan desa wisata kuncinya adalah partisipatif masyarakat, Desa Wisata yang dibangun dan dikembangkan atas dasar partisipatif dimana warganya mempunyai rasa memiliki dan mencintai desa wisatanya kedepan kita pastikan bisa sustainable dan berkelanjutan " tutupnya.
Kegiatan ini ditutup dengan pemakaian pakaian adat suku Tengger kepada Kepala Dinas Budpar Joko Trihono dan Ketua Forkom Pokdarwis Kabupaten Magetan Widia Astuti dan dilanjutkan diskusi antara narasumber dan peserta pelatihan.(Jurnalis Beni Setyawan)
Komentar
Posting Komentar